Mari simak selengkapnya mengenai Internet Rakyat, kelemahan dan apa yang menjadi pemicu munculnya Internet Rakyat ini!
Pernahkah kamu merasa bahwa akses internet cepat saat ini sudah seperti oksigen? Kita membutuhkannya untuk bekerja, belajar, bahkan sekadar mencari hiburan di kala penat. Namun, selama bertahun-tahun, kendala utama kita selalu sama: harga yang relatif mahal untuk kecepatan yang mumpuni, atau jaringan yang tidak merata hingga ke pelosok.
Memasuki Januari 2026, narasi itu berubah total. Sebuah gerakan yang disebut "Internet Rakyat" mendadak viral dan menjadi buah bibir di kedai kopi hingga forum teknologi tingkat tinggi. Mengusung janji kecepatan 100 Mbps dengan harga hanya Rp100.000 per bulan, ini bukan sekadar promosi biasa—ini adalah revolusi. Mari kita bedah lebih dalam bagaimana hal ini bisa terjadi dan apa pengaruhnya bagi masa depan kita.
Mengapa Internet Rakyat Hadir
Kesenjangan digital atau digital divide telah lama menjadi "penyakit" di tanah air. Di Jakarta, kita mungkin bisa menikmati fiber optik dengan mudah. Namun, geser sedikit ke daerah penyangga atau wilayah terluar, mendapatkan sinyal stabil untuk video call saja susahnya minta ampun.
Program Internet Rakyat lahir dari keresahan akan ketimpangan ini. Pemerintah, melalui kolaborasi lintas sektor, menyadari bahwa untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, pondasi utamanya adalah infrastruktur digital yang merata. Internet tidak boleh lagi menjadi barang mewah. Ia harus menjadi utilitas publik layaknya air bersih dan listrik. Inisiatif ini menggandeng pemain besar seperti PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dan mitra teknologi internasional untuk menciptakan ekosistem internet yang efisien secara biaya namun tetap berkualitas premium.
Teknologi Yang Diusung
Banyak yang skeptis, "Bagaimana mungkin kecepatan 100 Mbps dijual seharga seratus ribu rupiah tanpa batas kuota?"Jawabannya bukan pada subsidi pemerintah semata, melainkan pada lompatan teknologi yang digunakan.
5G Fixed Wireless Access (FWA)
Berbeda dengan provider internet rumah konvensional yang harus menggali tanah untuk menanam kabel fiber optik ke setiap rumah (yang biayanya sangat mahal), Internet Rakyat menggunakan teknologi 5G FWA. Bayangkan ini seperti WiFi raksasa yang menyelimuti sebuah kawasan. Petugas hanya perlu memasang perangkat Customer Premises Equipment (CPE) atau modem khusus di rumahmu. Perangkat ini akan menangkap sinyal 5G dari menara (BTS) terdekat dan mengubahnya menjadi koneksi WiFi super cepat di dalam rumah.
Pemanfaatan Jalur Kereta Api (Backbone Fiber)
Salah satu kunci efisiensi Internet Rakyat di Pulau Jawa adalah pemanfaatan kabel fiber optik yang terbentang di sepanjang jalur kereta api. Karena jalur ini sudah steril dan memiliki infrastruktur yang matang, biaya penggelaran jaringan menjadi jauh lebih murah dibandingkan harus membuka lahan baru.
Ekosistem Open RAN Dengan teknologi Open Radio Access Network (Open RAN), operator tidak lagi terjebak pada satu vendor perangkat keras yang mahal. Mereka bisa mengombinasikan berbagai perangkat lunak dan keras dari vendor yang berbeda-beda, sehingga biaya operasional bisa ditekan hingga 30-40%. Penghematan inilah yang kemudian "dikembalikan" kepada rakyat dalam bentuk harga paket yang sangat terjangkau.
Keamanan Digital dalam Jaringan Internet Rakyat
Berbicara tentang internet murah, seringkali muncul kekhawatiran soal keamanan. Apakah data kita aman? Di sinilah peran Kecerdasan Buatan (AI) masuk sebagai garda terdepan.
Dalam sistem informasi Internet Rakyat 2026, setiap trafik data dipantau oleh algoritma keamanan yang mampu mendeteksi pola serangan siber secara real-time. Karena menggunakan modem berbasis OpenWRT yang telah dimodifikasi, pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap privasi mereka. Sistem ini juga dilengkapi dengan filtrasi konten negatif yang lebih cerdas, melindungi anak-anak dari paparan situs berbahaya tanpa mengurangi kecepatan browsing orang dewasa.
Dampak Nyata Internet Rakyat
Mari kita bicara dampak nyata. Bayangkan seorang ibu rumah tangga di desa yang memproduksi kerajinan tangan. Dulu, ia kesulitan melakukan live streaming jualan di TikTok karena kuota mahal dan sinyal sering hilang. Kini, dengan Rp100.000, ia bisa berjualan 24 jam sehari dengan kualitas gambar HD. Itulah esensi dari Internet Rakyat.
Secara makro, kehadiran internet murah ini diprediksi akan meningkatkan kontribusi ekonomi digital Indonesia terhadap PDB secara signifikan. Internet rakyat bukan hanya soal menonton film tanpa buffering, tapi soal membuka akses pasar, pendidikan berkualitas melalui kursus daring, dan layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine) bagi mereka yang jauh dari rumah sakit besar.
Tantangan yang Masih Menghadang
Sebagai jurnalis yang jujur, saya harus menyampaikan bahwa program ini bukan tanpa tantangan. Karena berbasis nirkabel (wireless), kualitas kecepatan sangat bergantung pada:
- Jarak dari BTS: Semakin jauh rumahmu dari menara pemancar, potensi penurunan kecepatan tetap ada.
- Hambatan Fisik: Tembok beton tebal atau gedung tinggi di sekitar rumah bisa sedikit mengganggu stabilitas sinyal 5G.
- Kepadatan Pengguna: Jika dalam satu titik lokasi terdapat ribuan pengguna yang mengakses secara bersamaan, sistem AI harus bekerja ekstra keras untuk membagi bandwidth agar tetap adil.
- Pemerintah sendiri berjanji akan terus menambah jumlah BTS mikro di area padat penduduk untuk mengatasi masalah ini.
Cara Mendaftar Internet Rakyat
Bagi kamu yang ingin segera mencicipi layanan ini, pastikan kamu mengikuti prosedur resmi untuk menghindari penipuan. Ingat, Internet Rakyat tidak pernah meminta data kartu kredit atau password bank saat pendaftaran.
- Cek Cakupan: Masuk ke portal resmi dan masukkan koordinat lokasimu.
- Registrasi NIK: Gunakan NIK yang valid untuk pendaftaran guna memastikan satu akun untuk satu kepala keluarga (mencegah monopoli).
- Verifikasi WhatsApp: Pastikan nomor yang kamu gunakan aktif untuk menerima kode OTP.
- Instalasi Mandiri: Setelah perangkat sampai, kamu cukup mencolokkan kabel power dan mengikuti panduan di aplikasi untuk aktivasi. Sangat simpel!
Kesimpulan
Internet Rakyat adalah langkah awal. Ke depannya, kita bisa melihat integrasi yang lebih dalam antara internet ini dengan sistem transportasi cerdas, manajemen energi di rumah (smart home), dan pemerintahan digital. Dengan biaya akses yang hampir nol, data akan mengalir lebih bebas, ide-ide akan tumbuh lebih cepat, dan bangsa kita akan semakin kompetitif di kancah internasional.
Rekan digital, perkembangan Internet Rakyat di tahun 2026 ini adalah bukti bahwa teknologi yang hebat adalah teknologi yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya segelintir orang. Sinergi antara keamanan fiber, kecerdasan buatan dalam pengelolaan trafik, dan sistem informasi yang transparan telah melahirkan standar baru dalam berkomunikasi. Jangan hanya menjadi penonton. Mari manfaatkan akses murah dan cepat ini untuk hal-hal produktif. Belajar keahlian baru, bangun bisnismu, dan tetaplah bijak dalam bersosial media. Dunia ada di genggamanmu, dan sekarang, harganya jauh lebih terjangkau.Terima kasih sudah membaca analisis mendalam ini. Semoga artikel ini memberikan inspirasi digital bagi hari-harimu! Bagaimana menurutmu, apakah layanan 100 Mbps seharga 100 ribu ini sudah cukup ideal untuk kebutuhanmu saat ini, atau kamu berharap ada fitur tambahan lainnya?
Credit :
Penulis : Satrya Arif
Gambar oleh Pixabay
Referensi :
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. (2025). Rencana Strategis Transformasi Digital Nasional 2025-2029: Menuju Inklusi Konektivitas Universal. Jakarta: Dokumen Publik.
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge). (2024). Laporan Tahunan: Pemanfaatan Backbone Fiber Optik Jalur Kereta Api untuk Internet Terjangkau di Pulau Jawa. [Online via MyTelemedia].
- O'Malley, J., & Zhang, L. (2024). The Economics of Open RAN: Reducing Operational Expenditure in Emerging Markets. Journal of Network and Computer Applications, Vol. 215.
- GSMA Intelligence. (2025). Fixed Wireless Access (FWA) Landscape: Global Trends and 5G Integration for Rural Connectivity. London: GSMA Publishing.
- IEEE Xplore Digital Library. (2024). Quantum-Resistant Encryption in Optical Fiber Networks: A New Era of Physical Layer Security. Technical Paper Series on Cybersecurity.
- Situs Resmi Internet Rakyat. (2026). Panduan Teknis dan Skema Harga Layanan Broadband 100 Mbps. Diakses pada Januari 2026 melalui [internetrakyat.id].
- International Telecommunication Union (ITU). (2025). Measuring Digital Development: Facts and Figures 2025 regarding the Decline of Bandwidth Costs. Geneva: ITU Publications.
Komentar