Mewujudkan Koneksi 5G Merata Menuju Smart City Nusantara

BAGIKAN:

Analisis mendalam mengenai kesiapan infrastruktur internet yang merata 5G di IKN dan tantangan bagi Indonesia

Cover

Bayangkan Anda sedang berada di jantung Kalimantan Timur pada pertengahan 2026. Di depan Anda, gedung-gedung pemerintahan yang futuristik berdiri megah, terintegrasi dengan sensor-sensor cerdas yang mengatur pencahayaan dan suhu secara otomatis berdasarkan keberadaan manusia. Di jalanan, kendaraan listrik otonom meluncur mulus tanpa hambatan lalu lintas karena setiap pergerakannya diatur oleh jaringan dengan latensi hampir nol. Ini bukan lagi sekadar cuplikan film fiksi ilmiah, melainkan visi utama Ibu Kota Nusantara (IKN) yang ditenagai oleh konektivitas 5G. Sejak teknologi ini mengudara pertama kali di Indonesia pada 2021, transformasi digital nasional telah memasuki babak baru yang sangat ambisius. Namun, di balik kemegahan visual tersebut, terdapat narasi kompleks mengenai pemerataan infrastruktur yang masih menjadi perdebatan hangat di meja-meja kebijakan nasional.

Penting bagi kita untuk memahami bahwa 5G bukan sekadar "4G yang lebih cepat". Ia adalah ekosistem konektivitas yang memungkinkan jutaan perangkat berkomunikasi secara simultan dengan kecepatan hingga 100 kali lipat dari generasi sebelumnya. Dalam konteks IKN, 5G adalah oksigen bagi operasional kota. Tanpanya, konsep smart city hanyalah dekorasi belaka. Namun, tantangan yang kita hadapi bukan hanya soal memasang antena di puncak gedung, melainkan bagaimana memastikan sinyal tersebut mencapai pelosok Nusantara agar tidak terjadi ketimpangan digital yang semakin tajam antara pusat pemerintahan baru dengan wilayah lainnya.

Fungsi 5G Bagi Ekosistem Nusantara

Teknologi 5G di IKN bukan sekadar tentang kecepatan mengunduh film dalam hitungan detik. Di tahun 2026, 5G telah menjadi fondasi utama bagi implementasi sistem Smart City yang komprehensif. Keunggulan utamanya terletak pada tiga pilar teknis: kecepatan koneksi mencapai 10 Gbps, latensi rendah yang mendekati 0 milidetik, serta kemampuan untuk menghubungkan jutaan perangkat dalam satu cakupan wilayah yang sama secara stabil. Ketiga pilar ini memungkinkan otomatisasi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya di Indonesia.

Koneksi 5G
Gambar 1. Ilustrasi Koneksi 5G

Implementasi nyata yang kini mulai diaplikasikan di IKN meliputi berbagai sektor vital. Pertama adalah Smart Water Management. Penggunaan sensor berbasis 5G untuk memantau kualitas dan distribusi air bersih dari Bendungan Sepaku Semoi secara real-time mampu menurunkan biaya operasional secara signifikan sekaligus mencegah kebocoran distribusi. Kedua adalah sektor kesehatan melalui Telemedicine dan robotik. Teknologi ini memungkinkan prosedur medis jarak jauh, termasuk operasi bedah yang dibantu robot dengan presisi tinggi meski dokter ahli berada di kota yang berbeda, sebuah solusi jitu untuk mengatasi keterbatasan tenaga spesialis di wilayah baru.

Selain itu, sektor transportasi cerdas menjadi sorotan utama. Komunikasi antar-kendaraan atau Vehicle-to-Everything (V2X) memungkinkan mobil otonom menghindari tabrakan dan mengoptimalkan rute perjalanan untuk mengurangi emisi karbon. Di sisi energi, manajemen energi hijau melalui optimasi smart grid memastikan distribusi listrik dari sumber terbarukan terserap secara efisien ke setiap sudut kota. Pemanfaatan ini diharapkan mampu mengubah budaya kerja dan meningkatkan efisiensi birokrasi di ibu kota baru, menjadikannya model bagi kota-kota lain di Indonesia. Dengan latensi yang sangat rendah, hambatan komunikasi data yang selama ini terjadi pada jaringan 4G dapat dieliminasi sepenuhnya, menciptakan lingkungan pelayanan publik yang responsif dan transparan.

Lebih jauh lagi, 5G mendukung perkembangan Internet of Things (IoT) secara masif. Di IKN, lampu jalan bukan sekadar penerangan, melainkan titik pemantau kualitas udara, kebisingan, dan kepadatan lalu lintas. Data yang dikumpulkan oleh sensor-sensor ini dikirimkan melalui jaringan 5G ke pusat kontrol data untuk dianalisis menggunakan kecerdasan buatan (AI). Hasil analisis ini kemudian digunakan oleh pengambil kebijakan untuk merespons situasi kota secara instan. Inilah yang kita sebut sebagai kota yang "bernyawa", di mana infrastrukturnya mampu belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan penduduknya setiap detik.

Tantangan Infrastruktur Daerah Terpencil

Meski IKN diproyeksikan menjadi "surga digital", realita di luar kawasan inti pemerintahan masih menunjukkan jurang pemisah yang cukup lebar. Data dari tahun-tahun sebelumnya mencatat bahwa cakupan wilayah 5G di Indonesia baru menyentuh angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan luas wilayah geografis kita. Meskipun memasuki tahun 2026 terdapat percepatan ekspansi, tantangan geografis dan ekonomi tetap menjadi penghalang utama bagi operator seluler untuk melakukan pemerataan. Indonesia adalah negara kepulauan, dan menggelar serat optik di bawah laut serta menembus pegunungan membutuhkan investasi yang luar biasa besar.

Daerah Terpencil
Gambar 2. Daerah Terpencil

Setidaknya ada tiga hambatan besar yang diidentifikasi oleh para analis industri. Pertama adalah ketersediaan spektrum frekuensi. Hingga awal 2026, kepastian alokasi spektrum frekuensi untuk jaringan 5G masih menjadi isu krusial. Tender frekuensi yang sempat tertunda di masa lalu membuat operator ragu untuk melakukan investasi besar-besaran di wilayah non-ekonomis. Tanpa spektrum yang cukup, kecepatan 5G yang kita nikmati di Jakarta atau IKN tidak akan bisa dirasakan oleh masyarakat di pedalaman Kalimantan atau Papua. Spektrum frekuensi ibarat "jalan tol" udara; jika jalannya sempit, maka kendaraan data yang lewat akan tetap mengalami kemacetan.

Hambatan kedua adalah tingginya biaya regulasi. Operator seluler seringkali merasa terberat oleh harga acuan spektrum yang mahal serta biaya sewa lahan untuk BTS (Base Transceiver Station). Di daerah terpencil, di mana jumlah pelanggan sedikit, biaya pembangunan infrastruktur seringkali tidak sebanding dengan potensi pendapatan. Hal ini menyebabkan operator lebih memilih fokus membangun di kota-kota besar demi menjaga profitabilitas perusahaan. Ketiga adalah kesenjangan serat optik sebagai backhaul. Jaringan 5G membutuhkan fondasi kabel serat optik yang sangat kuat di bawahnya. Membangun jaringan kabel ini di wilayah ekstrem memerlukan teknologi dan biaya yang tidak sedikit, sehingga satelit LEO (Low Earth Orbit) seringkali hanya menjadi pelengkap sementara, bukan solusi jangka panjang yang stabil untuk kebutuhan bandwidth masif.

Kurangnya model bisnis yang jelas di wilayah terpencil juga membuat pengembangan 5G berisiko stagnan sebagai "teknologi elit" yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir masyarakat. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa ambisi IKN akan mengorbankan target pemerataan internet nasional yang seharusnya memberikan kesempatan setara bagi seluruh warga. Kita harus waspada terhadap ancaman digital divide versi baru, di mana masyarakat di pusat kekuasaan menikmati kecepatan cahaya, sementara masyarakat di pesisir masih berjuang dengan sinyal yang timbul-tenggelam. Pemerataan digital adalah tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan sekadar etalase teknologi di ibu kota.

Langkah Mewujudkan Internet Masa Depan

Untuk memastikan target IKN benar-benar menjadi nyata tanpa meninggalkan wilayah lain, pemerintah melalui kementerian terkait telah merumuskan berbagai langkah strategis di tahun 2026. Fokus utamanya bukan lagi sekadar membangun jaringan baru secara fisik, melainkan memperkuat keandalan, keamanan, dan keberlanjutan ekosistem digital secara nasional. Salah satu strategi kuncinya adalah penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk membiayai infrastruktur TIK di IKN, sehingga beban keuangan tidak hanya bertumpu pada kas negara.

Internet Masa Depan
Gambar 3. Ilustrasi Internet Masa Depan

Langkah-langkah taktis yang sedang dijalankan meliputi akselerasi tender spektrum frekuensi. Pemerintah berkomitmen mempercepat proses lelang frekuensi dengan harga yang lebih terjangkau bagi operator, namun dengan syarat komitmen pembangunan yang jelas di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dengan kata lain, operator yang ingin mendapatkan hak frekuensi di kota besar juga harus bersedia membangun di pelosok. Selain itu, integrasi dengan proyek Palapa Ring terus ditingkatkan. Sinkronisasi jalur kabel serat optik yang sudah ada dengan jaringan akses baru atau last-mile menuju IKN dan sekitarnya menjadi prioritas utama untuk memastikan efisiensi biaya.

Penyediaan insentif kebijakan juga menjadi kunci. Memberikan keringanan biaya regulasi bagi operator yang mampu menunjukkan inovasi use case 5G yang berdampak langsung pada sektor industri, logistik, dan kesehatan adalah langkah yang cerdas. Misalnya, operator yang membangun jaringan untuk mendukung pertanian cerdas di pedesaan mendapatkan potongan biaya spektrum. Terakhir, namun tidak kalah penting, adalah peningkatan literasi digital. Edukasi masyarakat agar siap menggunakan teknologi 5G untuk produktivitas, seperti berjualan produk UMKM melalui platform streaming berkualitas tinggi atau belajar jarak jauh dengan teknologi VR (Virtual Reality), sangatlah penting agar tercipta ekosistem digital yang inklusif.

Kolaborasi global dengan pemain teknologi internasional juga terus digencarkan untuk mempercepat transfer teknologi dan pembangunan pusat data (data center) yang mumpuni di dalam negeri. Dengan adanya pusat data yang berlokasi dekat dengan pengguna, waktu respons aplikasi (latensi) akan semakin cepat. Pemerintah menargetkan bahwa pada akhir dekade ini, tingkat adopsi 5G nasional dapat mencapai angka yang signifikan, tidak hanya terkonsentrasi di pulau Jawa. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa kita sedang membangun fondasi, bukan sekadar memasang hiasan. Kedaulatan digital Indonesia di masa depan bergantung pada keberanian kita mengambil keputusan sulit hari ini.

Kesimpulan Akhir

Implementasi internet 5G di tahun 2026 bukan sekadar perlombaan adopsi teknologi tercepat di Asia Tenggara, melainkan ujian bagi bangsa Indonesia untuk menciptakan keadilan digital yang merata. IKN memang dipersiapkan sebagai laboratorium hidup bagi kota cerdas masa depan yang menjadi kebanggaan kita semua. Namun, keberhasilan sejatinya akan diukur dari sejauh mana teknologi tersebut dapat direplikasi dan dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah di pelosok Papua, petani di pedalaman Sumatra, hingga nelayan di Kepulauan Riau. 5G adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045, namun kunci itu hanya akan berfungsi jika infrastruktur fisik, kebijakan regulasi yang pro-rakyat, dan kesiapan manusia berjalan secara selaras dan berkelanjutan.

Kita tidak boleh membiarkan kemajuan teknologi menciptakan tembok baru yang memisahkan antara mereka yang memiliki akses informasi dan mereka yang tertinggal dalam kegelapan data. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, penyedia layanan telekomunikasi, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Mari kita kawal bersama agar target Nusantara ini tidak hanya menjadi nyata di atas kertas kebijakan atau di dalam kawasan terbatas IKN, tetapi benar-benar berdenyut di setiap perangkat digital yang kita genggam hari ini di seluruh pelosok negeri. Masa depan digital Indonesia adalah milik semua, dan 5G adalah jembatan yang akan membawa kita ke sana bersama-sama.

Credit Penulis : Satrya Arif Gambar Ilustrasi : Canva Element & Dokumentasi IKN Referensi :
  • Kompaspedia - Pengembangan Teknologi 5G di Indonesia (2022).
  • Digital Transformation Indonesia - Tantangan dan Peluang Pengembangan 5G (2025).
  • RRI - Perkembangan Koneksi 5G di Indonesia: Cakupan Terus Diperluas (2025).
  • InfoPublik - Kominfo Siap Bangun Infrastruktur Telekomunikasi di IKN Nusantara (2022).
  • Majalah ICT - Outlook Digital Indonesia 2026: Fondasi Kedaulatan Digital (2026).

Komentar

PENDIDIKAN

Nama

Data Mining,15,elektronika,3,inspirasidigital,15,keamanansiber,33,kecerdasanbuatan,21,Machine Learning,13,Pemodelan dan Simulasi,6,Pemrosesan Pararel,3,Sistem Digital,28,Sistem Informasi,24,teknologiterkini,30,tutorial,6,
ltr
item
NET Media: Mewujudkan Koneksi 5G Merata Menuju Smart City Nusantara
Mewujudkan Koneksi 5G Merata Menuju Smart City Nusantara
Analisis mendalam mengenai kesiapan infrastruktur internet yang merata 5G di IKN dan tantangan bagi Indonesia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbaMhERtgfJxUUaGU4zMJrHynobvrIwHfWuAIqQHf6aTqqxlUQkJ__vAkduDBBCqEMavNFoAZVY7DTHIgDgnbpwr7Tmdfzkznil34a07Frhs65S5QpBqVARpRSViqbPA-OAWIH1B2IKM_t1MlmLqN8KPcniNbknJEFfthz2dt2NW3mJhqsPB8vlCZnEnAa/s1600/cover.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbaMhERtgfJxUUaGU4zMJrHynobvrIwHfWuAIqQHf6aTqqxlUQkJ__vAkduDBBCqEMavNFoAZVY7DTHIgDgnbpwr7Tmdfzkznil34a07Frhs65S5QpBqVARpRSViqbPA-OAWIH1B2IKM_t1MlmLqN8KPcniNbknJEFfthz2dt2NW3mJhqsPB8vlCZnEnAa/s72-c/cover.jpg
NET Media
https://www.net.or.id/2026/02/mewujudkan-koneksi-5g-merata.html
https://www.net.or.id/
https://www.net.or.id/
https://www.net.or.id/2026/02/mewujudkan-koneksi-5g-merata.html
true
2130705995879928761
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi